LERES FK-KMK UGM – Media sosial semakin memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dan identitas institusi. Untuk memperkuat pemanfaatannya sebagai ruang komunikasi dengan publik, Learning Resource and Innovation Development Unit (LERES) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Seminar dan Workshop Pengelolaan Komunikasi Institusi melalui Media Sosial pada Jumat (28/8) sebagai rangkaian kegiatan Road to Health Research and Innovation Expo (HRIE) 2026. Kegiatan ini menghadirkan dr. Tirta Mandira Hudhi, M.B.A. dan Salsabila Mutia, S.I.Kom. sebagai narasumber. Melalui sesi seminar dan workshop, peserta memperoleh materi mengenai strategi membangun komunikasi internal dan eksternal serta mengembangkan konten media sosial yang dapat mendukung visibilitas dan reputasi institusi Pada sesi seminar, dr. Tirta menyampaikan materi berjudul “Strategi Membangun Relasi dan Komunikasi Internal serta Eksternal”. Ia menekankan pentingnya keselarasan komunikasi internal untuk memastikan pesan institusi dapat disampaikan secara konsisten kepada publik. Dalam konteks ini, media sosial perlu dikelola secara relevan, autentik, dan konsisten sebagai salah satu representasi institusi di ruang publik.
Sesi diskusi turut membahas strategi praktisi dalam membangun konten edukasi. Menanggapi pertanyaan dr. Paranita Ferronika, Ph.D., Sp.PA., Subsp,KA(K), dr. Tirta menjelaskan bahwa pendekatan behind the scene dapat memberikan keleluasaan bagi praktisi dalam memproduksi konten sekaligus membantu menjaga privasi serta batas antara ranah profesional dan personal. Sesi Workshop kemudian dilanjutkan dengan materi, “Strategi ‘Ngonten’ untuk Institusi” yang disampaikan oleh Salsabila Mutia. Peserta diajak memahami terkait pengembangan konten mulai dari menentukan tujuan komunikasi dan karakteristik target audiens, memilih format yang sesuai, hingga mengevaluasi performa konten. Salsabila menekankan pentingnya mengemas informasi secara menarik, informatif, dan mudah dipahami dengan tetap mempertahankan identitas serta kredibilitas institusi. Pemanfaatan tren juga perlu disertai strategi yang tepat agar konten tetap relevan dan mampu menjangkau audiens secara efektif.
Materi kemudian diterapkan melalui penugasan penyusunan rancangan konten untuk media sosial unit masing-masing. Beberapa perwakilan unit, di antaranya Departemen Radiologi, Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, serta Departemen PPDS Psikiatri, mempresentasikan rancangan kontennya untuk memperoleh feed back dari narasumber.
Dalam sesi tersebut, Salsabila menekankan pentingnya hook yang menarik sejak awal, dengan tetap memperhatikan keamanan dan kesesuaian pesan yang disampaikan serta mengangkat topik atau sudut pandang yang unik dan belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. Selain itu, peserta diarahkan untuk menyampaikan informasi secara straight to the point, serta penggunaan bahasa yang sederhana dan komunikatif, tanpa mengurangi substansi dan kredibilitas informasi. Peserta juga didorong untuk mengembangkan sudut pandang unik agar konten lebih menarik dan relevan bagi masyarakat. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kapasitas pengelola media sosial serta pertukaran pengetahuan dan praktik dalam membangun komunikasi institusi yang efektif dan relevan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, LERES FK-KMK UGM mendorong pegelolaan dmedia sosial institusi yang lebih strategis sehingga dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana publikasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun relasi, keterlibatan, dan kepercayaan dengan masyarakat.
Author : Amalia Yasmin Sekar Kinasih
Editor : Meilisa Khoiriya