LERES FK-KMK UGM – Learning Resource and Innovation Development Unit (LERES) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan rombongan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada Rabu (24/6) di Ruang Meeting Unit LERES. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan studi banding FK Universitas Airlangga ke FK-KMK UGM untuk mempelajari best practice dalam pengelolaan pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan.
Kegiatan kunjungan akademik tersebut bertujuan untuk benchmarking terhadap sejumlah aspek pengelolaan akademik di FK-KMK UGM. Agenda yang menjadi fokus pembahasan meliputi model organisasi dan tata kelola Departemen Pendidikan Kedokteran dan Medical Education Unit (MEU), pengelolaan Program Studi Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran, mekanisme Recognition of Prior Learning (RPL), serta observasi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, seperti Skills Lab, Community and Family Health Care Interprofessional Education (CFHC-IPE), LERES, dan sarana pendidikan lainnya.

Diskusi Unit LERES UGM dengan Tim Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga
Pada sesi penyambutan, Direktur Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga, Dr. Maftuchah Rochmanti, dr., M.Kes., menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah perguruan tinggi di Jawa Timur yang membuka Fakultas Kedokteran mendorong Universitas Airlangga untuk terus memperkuat kualitas pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan. Menurutnya, kondisi tersebut juga mendorong perlunya mempelajari berbagai praktik baik dalam pengelolaan pendidikan kedokteran dari institusi yang telah memiliki pengalaman dan sistem yang matang, salah satunya FK-KMK UGM.
Sebagai salah satu unit yang dikunjungi, LERES memaparkan peran dan fungsinya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran melalui pengembangan inovasi dan media pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, Ketua LERES FK-KMK UGM, dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.P.A., Subsp. U.R.L.(K), Subsp. K.A.(K), bersama perwakilan tim LERES memaparkan struktur organisasi, tugas dan fungsi unit, sistem kerja, hingga proses pengembangan berbagai produk inovasi yang diterapkan di LERES sebagai bagian dari ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian di FK-KMK UGM.
Dalam sesi diskusi di LERES, Dr. Maftuchah menyampaikan bahwa Universitas Airlangga hingga saat ini belum memiliki unit yang secara khusus berfokus pada pengembangan inovasi dan media pembelajaran atau production house untuk mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, keberadaan unit seperti LERES dinilai strategis untuk memfasilitasi pengembangan media pembelajaran kedokteran sekaligus mendukung inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.
Tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga juga mempelajari berbagai aspek operasional LERES, mulai dari struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi, mekanisme pengelolaan sumber daya, hingga strategi membangun kolaborasi dengan dosen, peneliti, tenaga kependidikan, dan mitra eksternal. Diskusi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana unit pengembangan inovasi dapat berperan efektif dalam mendukung pendidikan kedokteran, riset, dan implementasi inovasi di lapangan.
Selain itu, LERES turut berbagi pengalaman mengenai proses identifikasi kebutuhan pengguna, pengembangan media pembelajaran, pendampingan inovasi, hingga strategi implementasi produk agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan unit pengembangan inovasi yang tidak hanya berfokus pada produksi media pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Kegiatan studi banding ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dan praktik baik antarinstitusi dalam mengembangkan tata kelola pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain memperluas wawasan mengenai pengelolaan unit pengembangan inovasi, kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FK-KMK UGM dan Universitas Airlangga dalam pengembangan media pembelajaran, inovasi pendidikan, serta penguatan kapasitas kelembagaan di masa mendatang.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui penguatan inovasi pendidikan kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih baik, SDG ke-4 (Pendidikan Berkualitas), melalui peningkatan mutu pembelajaran, kurikulum, dan media ajar, serta SDG ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring dan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan.
Author : Nari Nawang Purbamandala
Editor : Meilisa Khoiriya